|
Selintas tentang Sari Husada
PT
Sari Husada Tbk. didirikan pada 1954 dengan nama NV Saridele, sebagai
realisasi program kecukupan protein nasional yang dimotori Pemerintah
Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa. Sari Husada memelopori
pengembangan dan produksi susu bayi dengan meluncurkan SGM pada 1965
yang tetp populer dan diterima masyarakat luas hingga saat ini.
Produk-produknya pun berkembang terus, dari susu formula hingga menjadi
berbagai produk makanan bayi dan anak-anak.
Pada
1968 NV Saridele dimiliki perusahaan milik negara, PT Kimia Farma.
Kemudian, pada 1972 nama NV Saridele diganti menjadi Sari Husada di
bawah joint venture PT Kimia Farma dan PT Tiga Raksa. Pada 1983,
saham-saham Sari Husada mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan
pada 1992 sebagian besar saham Sari Husada dimiliki oleh PT Tiga Raksa.
Pada 1998, untuk memperkuat posisinya di dunia persaingan global, Sari
Husada beraliansi dengan Nutricia International BV (Royal Numico),
perusahaan yang kini menjadi pemegang saham mayoritas di Sari Husada.
Sari
Husada memproduksi berbagai jenis produk susu berstandar internasional
untuk bayi dan anak-anak dengan harga terjangkau — dari susu
pertumbuhan hingga susu khusus untuk bayi yang peka laktosa dan bayi
yang lahir dengan berat tubuh rendah. Sari Husada juga menyediakan susu
untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Produksinya dilakukan di pabriknya di
kawasan Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah.
Sertifikasi Mutu dan Penghargaan
Sari
Husada menerapkan standar kualitas yang tinggi dalam kegiatan
produksinya. Untuk menghasilkan produk berkualitas, berbagai
penyempurnaan fasilitas dan proses produksi dilakukan dengan teknologi
mutakhir, diantaranya dengan menerapkan sistem injeksi pada proses
pencampuran bahan bakunya. Dua pabriknya di Yogyakarta kini telah
mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dan 14001.
Sari Husada juga telah meminta CLF (Central Laboratories
Friedrichsdorf) untuk melakukan audit keamanan pangan. Audit ini
menunjukkan bahwa tingkat keamanan produk Sari Husada 2 poin lebih
tinggi dari rata-rata tingkat keamanan yang dituntut dalam industri
ini. Berkat reputasi ini, Sari Husada meraih kepercayaan Pemerintah,
dalam hal ini Direktorat Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan,
untuk mengevaluasi standar Codex Alimentarius — suatu standar mutu dan
keamanan makanan yang dikembangkan dengan dukungan Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO).
Sari Husada telah meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah maupun swasta. Diantaranya:
• The Best Public Companies Based on EVA Concept 2001, 2002, 2003 dan 2004
dari majalah bisnis SWA dan MarkPlus.
• Good Taxpayer Award 2003 dan 2004 dari Direktorat Jenderal Pajak.
• LKS Bipartite Award atas keberhasilan menjalin hubungan baik antara
Sari Husada dengan Serikat Pekerja.
• Penghargaan Iklan Layanan Masyarakat versi Cetak Terbaik 2004
dalam rangka Hari Anak Nasional.
• Green Factory Award atas kontribusi bagi program-program pelestarian
lingkungan oleh pemerintah daerah.
• Indonesia Best Brand Award untuk Susu Formula SGM dari majalah SWA
dan lembaga riset pemasaran MARS.
• The Golden Value Creator Award selama 5 tahun berturut-turut sebagai
One of the Best Public Company berdasarkan EVA konsep (
2005 )
• SGM meraih Penghargaan Merek Terbaik untuk kategori Susu Formula dari Majalah SWA dan MARS ( 2005 )
• Penghargaan Packaging and Consumer Branding 2005 untuk SGM 2, SGM 3,
SGM Sereal dan Lactamil dari Majalah SWA dan Indonesia
Brand Identity Summit ( 2005 )
|